AYUB, BUDAK TUHAN YANG SUPER KAYA

AYUB, BUDAK TUHAN YANG SUPER KAYA

Banyak yang mengira bahwa mamon = uang. Tapi kebenarannya adalah, mamon bukanlah uang. Uang hanyalah salah satu bentuk dari apa yang disebut mamon. Ketika Tuhan Yesus menyebut tentang mamon, ia tidak sedang menyebut tentang uang namun kekayaan. Arti sebenarnya dari mamon adalah kekayaan, dan yang dimaksud dengan kekayaan di sini adalah segala sesuatu yang kita miliki, termasuk di dalamnya uang. Dan ada satu kenyataan, bila kita tidak waspada, apa saja yang ada pada kita bisa saja menguasai hati kita. Bahkan bisa menduduki posisi yang paling tinggi, sehingga Tuhan Yesus pun bisa tersingkir.

Suatu kali Tuhan Yesus menyatakan, bahwa seorang manusia tidak punya kemampuan punya dua tuan dalam hatinya. Sehingga secara alami, ia akan memilih mana yang ia layani dan kasihi.

Matius 6:24, "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Maka bila kekayaan telah menguasai hati seseorang, dengan sendirinya ia akan mengabaikan kedaulatan Tuhan atas dirinya.

Di Alkitab dikisahkan tentang seorang yang terkaya di daerah timur, yang tentunya punya sangat banyak uang, Ayub namanya.

Ayub 1:3, "Ia (Ayub) memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur."

Bukan itu saja, Alkitab juga menyebutkan 'prestasi rohani' Ayub sebagai orang yang paling saleh di bumi (Ayub 1:1,8). Dan iblis sangat bernafsu untuk meruntuhkan kesalehan Ayub tersebut. Tahukah Anda 'senjata' jenis apa yang dipakai iblis? Tentu saja bukan 'senjata' sembarangan. Bisa jadi, ini adalah salah satu senjata 'tercanggih' iblis, yaitu mamon. Perhatikan kalimat yang diucapkan iblis berikut ini:

Ayub 1:9,11, Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? ... Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."

Iblis berusaha membujuk Tuhan agar Tuhan mengambil semua kekayaan (mamon) milik Ayub. Alhasil, Tuhan pun mengijinkan iblis mengambil kekayaan Ayub. Dan itulah yang dilakukan iblis, ia merampas semua kekayaan Ayub dalam tempo sesingkat-singkatnya, termasuk anak-anaknya.
Pertanyaannya kemudian, berhasilkah iblis meruntuhkan kesalehan Ayub? Tidak!! Dalam hal ini Ayub menang dan iblis kalah. Hilangnya kekayaan sama sekali tidak menyentuh hati Ayub.

Ayub 1:21-22, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Kunci kemenangan Ayub ada pada posisi hatinya yang mengatakan bahwa Tuhan-lah pemilik tunggal kekayaannya, karena semua datangnya dari Tuhan. Maka Tuhan pun berhak mengambilnya kembali kapan pun Ia mau. Ayub beranggapan demikian, karena ia memposisikan dirinya sebagai hamba di hadapan Tuhan.

Ayub 1:8, Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, ..."

Berdasarkan kata ibrani-nya, yang dimaksud dengan "hamba" di sini adalah "budak". Seorang budak adalah 'barang milik' tuannya. Dengan kata lain, seorang budak tidak memiliki hidupnya sendiri, ia telah dibeli oleh sang tuan. Jadi, karena Ayub memposisikan dirinya sebagai budaknya Tuhan, di mana hidup & uang (kekayaannya) adalah milik Tuhan, maka hati Ayub tidak melekat pada uang (kekayaan). Sehingga ketika ia kehilangan kekayaannya yang besar dalam sekejap, hatinya tidak sedikit pun menghujat atau mengutuki Tuhan.

Hikmat hari ini:
  • Iblis punya peluang menguasai seseorang melalui uang / kekayaan bila hati orang tersebut melekat pada uang / kekayaan
  • Ketika seseorang menyalahkan bahkan mengutuki Tuhan atas kehilangan yang dialaminya, itu karena ia tidak beranggapan bahwa Tuhan adalah pemilik atas miliknya yang hilang.

Ayub adalah seorang kaya yang telah menyerahkan seluruh hidupnya ke dalam tangan Tuhan tanpa sisa. Tidak ada satu pun harta miliknya yang menghalanginya mengikut Tuhan. Itulah sebabnya, ketika masa penderitaannya telah selesai, Tuhan mengembalikan kekayaannya dua kali lebih banyak dari sebelumnya. ... Maka Ayub adalah budak yang super kaya.

Yedija Prima

seorang yang melayani Tuhan karena kehendak-Nya & karena Ia telah mati baginya

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak